sebenernya sederhana, aku di sini, sendiri, sepi, bertanya, sesekali menunggu.
angin yang bertiup adalah udara ac ini, kamar yang berantakan, plastik dan koran melangkah bebas dan sombong
hari ini hari senin, besok selasa, dan libur pulak,seseorang di sana menunggu cerita yang harusnya terbit malam ini ..... semoga ia tidak lelah
Aku bertemu seseorang sore ini, kejadiannya begini, atau tepatnya aku tanpa sengaja membawa, mengajak, seseorang untuk menemukan dirinya sore ini. Bukan sesuatu yang luar biasa kok, walau kadang aku kaget juga.
Kehidupan membawa kita pada tempat dimana kadang kita tidak bisa memilih. Tapi yang jangan sampai dilupa adalah kita harus selalu punya pilihan.
Ketika kita menyadari bahwa kita punya pilihan, hidup akan terasa jauh lebih bebas. Kita berhak memilih loh. Dan apakah pilihan kita akan salah atau tidak, kita bisa kembali memilih.
Orang-orang bersuara berisik di kamar sebelah. Seakan mereka bangga mengumumkan bahwa aku, dan hanya aku sendiri di kamar busuk ini yang tak punya teman. Dan mengejek, bergabunglah bersama kami kalau kau tidak tahu malu.
Notifikasi facebook berbunyi, seorang orangtua mengucapkan terima kasih. Aku ingin berkata : bu suatu kehormatan untuk saya pernah mengenal ibu dan anak ibu. Saya tidak menyesal pernah ada di tempat itu.
Malam ini aku hanya ditemani air putih, program puasa dijalankan sudah. Untuk penampilan lebih baik? atau aku yang menyerah dan berkompromi?
Langit malam, beda dengan langit siang. Di malam ini langit tidak bercahaya. Berteman petir yang malu-malu unjuk gigi, menakuti kita manusia dengan ancaman hujannya. Aku yang tak peduli di kamar ini. Mereka yang bahkan bersuara lebih keras sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar