Senin, 18 Februari 2013

bulan yang melahirkan kita



Aku ingat, walau tanpa awan, pertemuan pertamaku denganmu. Angin berhembus, tidak berhembus. Waktu berjalan tanpa jejak.

Walau kaku, ku mencoba tulus memandangmu. diterangi temaram lilin. 
"ada apa?" kau bertanya seperti menegaskan.
"nggak papa. kamu cantik." jujur memang lebih baik.
dan sedetik kemudian kau tersenyum. Ringan dan jenaka.

Aku menatap lembut, mengatakan dengan berani. Sepertinya sedikit terlalu, tapi kulihat kau menikmatinya, jadi kuteruskan.

Aku sadar loh, saat berkata seseorang bisa terlihat menarik, ato tidak menarik. Saat memandang juga, saat menggerakkan tubuh juga. 

Saat senyummu terbit, terbit, dan terbit lagi. Aku gembira. Setidaknya aku menyadari ada sesuatu yang baik, untukku, untukmu.

"ehmmm, kamu photograper ya?" tanyamu sopan.
"ehmmm, mungkin" aku tidak melihatnya, tapi memutar cepat kameraku, lalu mengambil beberapa pose. 
dan kau tersenyum, dan dalam senyum itu aku menyadari .................

***** 

Malam tidak selamanya malam. Setidaknya saat ini. Entah karena apa. Yang kutahu aku, kamu, di sini, berbicara, tertawa, dan dengan sadar menyambut pagi yang datang.

Beberapa kali mata kita bertemu, kukagumi wajah itu. 
"what?" tanyamu
"no, just ...... "
"what?" ditambah senyum dikalikan selidik tanya
"ehmmm, di malam yang semakin kurasa indah ini, di sini, ijinkan aku mengatakan sesuatu. Aku berangan-angan akan kembali berbincang denganmu. Aku berangan-angan melihat kamu, menyadari kau kulihat, bertanya ada apa. Dan aku tak tahu jawabannya."

dan hening.

"aku senang berbicara sama kamu malam ini." aku melihatmu utuh sekarang.

Mata kita bertemu, hati kita (mulai) menyatu. Bersama waktu, pagi menghangati kita. Tanganku memegangmu, tanganmu menyambutku.

Selanjutnya, aku percaya alam lebih berkuasa. Mengukir hari-hari kita dengan kehendaknya, mengisi warna demi warna yang kadang setuju kita sukai, tapi kadang aneh mengalir.

Cerita mengalir, semoga tidak egoku yang menulis, semoga juga bukan egomu. Biarlah angin berhembus, malam datang, pagi menyambut. Setitik kisah kita akan mengalir. 

Indah? Aku tak tahu. Tak peduli tepatnya ........................




Tidak ada komentar: