Rabu, 31 Oktober 2012

Tak ada sungguh tak ada

Sang pendekar berjalan, iramanya agak gundah. Pedang di kiri, dan malam ini terlihat jingga.
Angin berhembus; dari pelan lalu menusuk. Dan mengalirlah suara derak senjata beradu. Getarnya bisa merusak telingamu.
Seluruh tenaga hidup memusat. Satu dua detik berlalu menjadi menit.
Suara itu semakin menusuk, membelah tidak memberi ruang. Dan kesempatan terbuka. Tapi apakah ini saatnya?
Satu detik membatu menjadi seper 3600 detik. Ya, itu cukup.
Aku melewatinya. Ia terbakar, Ia jatuh pelan, diam dan tak bersuara lagi.