maaf, aku lupa ....
kau hanya diam, wajahmu dalam tertunduk ....
aku jadi merasa, mungkin itu lebih baik; karena kalau kau tegakkan wajahmu, aku pasti akan melihatmu menangis ...
satu, dua detik, selanjutnya hingga ku tak bisa mengira ... kau hanya diam
tiba-tiba aku sadar ini jadi serius ..
kalau kau ingin bicara, aku akan dengarkan. kalau kau ingin diam, aku akan menunggu ....
dan sesuatu yang menjadi nyata saat itu, dan sekali lagi aku tidak tahu sampai kapan ... kau menatapku, hanya sekali ... menatap sudut lain hanya sekali juga, lalu membelakangiku ....
angin terasa dingin, padahal tidak hujan, tidak mendung
perasaan bisa seribu, bahkan sejuta
perhatian itu kecil, namun berarti .... seperti berartinya makan dalam hidup kita ...
terima kasih, karena membuatku mengerti .... tanpa dimarahi
terima kasih, karena membuatku sadar ... untuk tahu, untuk menjadi lebih .... bagi dirimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar