Sabtu, 31 Desember 2011

hari itu ....

maaf, aku lupa ....

kau hanya diam, wajahmu dalam tertunduk ....
aku jadi merasa, mungkin itu lebih baik; karena kalau kau tegakkan wajahmu, aku pasti akan melihatmu menangis ...

satu, dua detik, selanjutnya hingga ku tak bisa mengira ... kau hanya diam
tiba-tiba aku sadar ini jadi serius ..

kalau kau ingin bicara, aku akan dengarkan. kalau kau ingin diam, aku akan menunggu ....

dan sesuatu yang menjadi nyata saat itu, dan sekali lagi aku tidak tahu sampai kapan ... kau menatapku, hanya sekali ... menatap sudut lain hanya sekali juga, lalu membelakangiku ....

angin terasa dingin, padahal tidak hujan, tidak mendung
perasaan bisa seribu, bahkan sejuta 
perhatian itu kecil, namun berarti .... seperti berartinya makan dalam hidup kita ... 

terima kasih, karena membuatku mengerti .... tanpa dimarahi
terima kasih, karena membuatku sadar ... untuk tahu, untuk menjadi lebih .... bagi dirimu

Jumat, 30 Desember 2011

jumat pagi

pagi datang, angin berhembus menghampiri, rasanya dingin dan angkuh ....

ada banyak hal terjadi, dan tetap satu hal yang membedakannya ... apakah kita menjalaninya dengan bahagia

terkenang saat dulu, mengejar bayang yang tak pasti, tenggelam dalam rasa sedih, gembira, kecewa dan seribu jenisnya .... oh sungguh tidak berguna dan membuang waktu ...

ada banyak hal yang bisa dilakukan, tapi tidak melakukan apa apa

hidup ini ajaib, ia tidak ditentukan oleh kita, ia ditentukan oleh suatu kekuatan yg maha hebat di luar diri kita .... sementara diri kita ... hanyalah mengikuti ... tanpa memiliki daya juang untuk mengubahnya

aku menyerah .... kembali ke awal ... berlatih kesadaran lagi ...

Kamis, 29 Desember 2011

senja

tahu gk, harusnya tidak kubiarkan kau bersamanya, dia itu sungguh, sungguh tidak tahu diri ...

tanpa sadar kata itu keluar. ringan, dingin, tegas. dan itu kulakukan tanpa memandang wajahmu.

waktu berjalan, sedetik, dua detik, tiga .... 

keheningan tidak sepenuhnya damai, kadang keheningan seperti kabut; serasa tipis, tapi tebal. serasa ilusi, tapi nyata.

kalau aku memutuskan tetap bersamanya, kau masih mau beringingan jalan bersamaku?

tentu .... jawabku cepat, dan setelah itu aku merasa masuk dalam lubang hitam, dan tenggelam di dalamnya ....

waktu seperti tembaga, yang sepertinya jauh tidak berarti dibandingkan perunggu, perak, bahkan emas. tapi sejenak dalam ketidak berhargaan itu, hidup mengalir deras.

yang kuingin hanya bahagiamu, bukan yang lain. kebenaran ini masih bertahta di hatiku, entah sampai kapan. dan dengan bahagia aku memegangnya erat, sambil menunggu tanda dari langit ...... ya .... bagaimana pun peran ini berjalan dengan baik sesuai kehendaknya ... sebab apa daya diri ini.

setelah itu yang kutahu ... aku tersenyum bahagia .......

Rabu, 28 Desember 2011

tentangmu ....

siang itu aku terhenyak ... sejuta kisah mengalir dalam tulis itu
termenung dan termenung .... ya, yang kutahu aku harus menenggelamkan diri dalam keheningan agar dapat melihat dengan jelas, agar dapat mencerna .... dan akhirnya membuat sebuah keputusan

dan datanglah waktu itu, dimana aku melihat jelas dirimu, di dalam mendung sore ini, di dalam langkah tak pasti jiwamu
dan perlahan kisah sesungguhnya mengalir, dan aku terpana
karena untuk pertama kalinya aku tak bisa memahamimu ... sungguh

dan logika berbicara, mengalir perlahan, akhirnya cepat, akhirnya keras

tidak ada yang harus disalahkan, kita sama-sama tahu, hidup kita terjadi karena keputusan-keputusan yang kita buat, hidup kita bukan diatur oleh langit, tapi hasil dari seberapa bijak kita membuat keputusan dari kecil sampai besar untuk diri kita, untuk hidup kita ....

jadi dengan penuh kasih sayang akhirnya aku katakan .... you are not smart enough ...
terdengar getir dan menusuk, cuma seperti kata puisi ... katakanlah hal pahit dengan cara semanis gula ....

kau terpaku, seperti hal nya aku ..... dan udara semakin dingin menyapa kita di mobil ini ...
lalu perlahan dari logika, aku cepat menuju ke hati ...

maka kugenggam tanganmu, dan kukatakan lembut, kubalut dengan sejuta kasih sayang yang bisa kusembahkan untukmu, hanya untukmu ....
dan ketika hati berbicara, ia hanya bicara juga pada hati ...
hati bertemu hati, kejujuran adalah penguasanya, rasa adalah punggawanya ...

dan dengan setujumu, aku ingin menemani langkahmu selanjutnya, dan dengan setujumu aku akan mengurai seribu kesedihan ....
akan kuluruskan benang kusut wajahmu .... hahahaha ...
tidak begitu ... cuma harus kuakui wajah itu memang harus dielus, mungkin dicium .... agar hidup, agar merah ..

ehmm ... sebenarnya ada banyak hal yg ingin kuurai ... tapi syukurlah ... kita selalu ada saat orang lain membutuhkan kita, dari situ aku sadar untuk tidak egois, dan tetap mencintaimu apa adanya ....

karena kebahagiaanmulah tujuanmu ... dan karena kau adalah bintang ...