Senin, 26 September 2011

sebuah perjalanan ke angkasa

Pagi ini matahari bersinar indah.
Mungkin setiap hari, hanya saja hari ini aku merasa matahari bersinar lebih indah.
Aku merasa baru bangun dari tidur panjangku, entah untuk berapa lama aku pun tak tahu,
mungkin aku telah tertidur selama berabad-abad lamanya.
Aku tak tahu dengan apa akan kumulai hari ini, segalanya seperti hamparan laut yang tak bertepi.
Begitu banyak hal yang bisa kulakukan dan aku hanya boleh memilih satu dari ribuan bahkan jutaan jalan yang terbentang di hadapanku.
Entah akan kupilih jalan yang mana?
Biarlah situasi dan keadaan yang membantuku untuk memilih jalan itu.

Dari sekian banyak waktu yang kujalani, aku masih ingat akan sejuta mimpi yang terlintas dalam hari-hariku.
Waktu4 seperti awan yang berjalan tiada henti, ia tidak meninggalkan apa-apa selain angin yang berhembus,
cuaca yang terus berubah.
Waktu memberiku banyak hal.
Ia membentuk diriku dari luar dan dalam.
Jiwaku dilebur dalam banyak kesedihan dan kegembiraan, hatiku dikoyak oleh ilusi pikiran yang tanpa batas, imagiku terbang menembus ruang waktu dan dimensi; aku menghilang .
Dan di situ aku menemukan sinar keabadian, seperti mata air di tengah gurun kehidupan, seperti sinar yang menyinari celah kecil dalam gelapnya hidupku.
Oh, segala puji pada semesta akan semua ini; akan segala kemuliaan, atas segala rahmat, atas segala yang hidup dan menghidupkan

Ternyata sinar itu ada dalam diriku sendiri; ia ada dalam luasnya derita, ia ada dalam hamparan sukacitaku.
Tapi ia menembus itu semua, aku bahkan tidak tahu kapan akan bertemu dengannya.
Aku cuma mendengarnya dari para bijak di timur, aku hanya membayangkan cerita-cerita yang pernah kudengar.
Mungkin ada mungkin tidak.
Ternyata itu ada, itu ada sejak lama.
Mungkin sejak aku datang ke dunia ini, mungkin sejak berjuta kehidupan.
Dan ia tak terbatas, tak bertepi.
Dengan hal yang baru ini, akan kumulai hidupku.
Akan kuukir hari yang baru ini.
Pelangi itu mungkin akan bersinar, sinarnya akan menerangi siapa saja yang mendekat padanya.
Dan waktu akan terlampaui.
Angin berhembus dengan lembut, air mengalir tidak cepat tidak lambat, ia membawa setiap kejadian dalam hening, dalam sepi ......... dalam sepi.