Rabu, 22 Oktober 2014

ada banyak hal ....

ketika malam menjelang, tapian sunyi mulai terlihat
ada begitu banyak yang terungkap saat malam semakin malam
ketika yang ada menuntut didengar dan akhirnya bicara
dan begitulah, rasa sepertinya bergerak menuju tempatnya dan bersinggahsana di sana

Minggu, 23 Maret 2014

Temanku ....

Temanku bertanya,"Apakah kau merasa lebih enteng setelah melakukan doa tadi?"
Dan aku menjawab,"Iya. Ada apa?"
"Kalau kau merasa badanmu lebih ringan ketika habis berdoa, ketika kau merasa tenang, damai. Doa itu telah masuk ke dalam hatimu. Jiwamu bersukacita."

Minggu, 16 Maret 2014

Cinta ....

Cinta adalah cinta
Dia adalah anugrah sang kuasa
Jika cinta masih ada di hati kita, itu adalah kehendaknya
Jika cinta sudah tidak ada di hati kita, itu juga adalah kehendaknya

Cinta bukan milik kita
Di dalam cinta ada kita
Cinta menjelma dalam restunya
Jangan mencari cinta
Tapi jika ada rasakanlah
Selamilah
Hanyutlah

Cinta adalah cinta
Dia bukan milik kita
Ia adalah karunia darinya

Kamis, 13 Maret 2014

Kutunggu kamu ....

Sembuhkan lukamu
Aku akan menunggu
Dan jika nanti kita tidak bertemu
Biarlah semua berlalu

Angin sore meniup, aku menikung di kelokan itu
Jalanan sepi di kanan. Semakin cepat kuda ini berlari

Malam akan datang, kulihat ia tersenyum
Dan mau tidak mau aku tertawa

Hari masih akan datang
Aku senang berjalan dalam kebebasanku
Dan kuharap kau juga bahagia berjalan dalam kebebasanmu

Bulan tidak makin tua
Ia semakin berwibawa
Di antara gelap-gelap jiwa
Sadar itu ada

Di sini aku menatap dirimu
Kau berjalan cepat berlalu
Aku menitipkan semua dalam pandangan mataku
Sesuatu yang indah, seindah lampu-lampu
Seindah lagu-lagu

Kalau kau mau
Akan kupacu langkahku padamu
Tapi sejenak aku ingin tenggelam dalam semu
Dan menikmati melihatmu

Kamis, 14 November 2013

dari suatu cerita ke cerita ....

angin berhembus perlahan. dinginnya terasa ringan. motorku berjalan dengan satu irama yang mantap, terjaga, dan bersahaja. satu kisah selesai sudah .....

aku ingat aku tidak suka mengucapkan selamat tinggal. aku lebih suka ditinggal. dalam pengertian, atau tidak mengerti sama sekali.

kutatap lembut gerak tanganmu, warnanya, kulihat benda yang menari bersamanya. jujur aku hanya bisa menatap tanganmu. tidak lainnya. maaf ....

kunikmati mie kuah itu sedalamnya. dan sungguh aku menikmatinya. tanpa ditambah2i atau dikurang2i. aku ingin menikmati saat2 terakhir ini

dan bayangmu memudar sudah, walau masih bisa kukenali. waktu berjalan, tidak berjalan. menikmatinya membuatku memilih menikmati minum teh tawar saja. karena jujur aku merasa semuanya tawar ......

aku pulang, badanku terasa setengah. sungguh sensasi ini luar biasa. aku bahkan masih sedikit linglung saat menulis ini

tapi ngomong2 terima kasih .....

cahaya di balas cahaya, asap hitam dibalas asap hitam. apa bedanya. mari kurubah semua itu. kasih adalah jawabnya. senyum adalah kendaraannya ...... tidak usah merasa lebih atau kurang .... karena lebih atau kurang itu hanya konsep, atau sebut saja rasa ....

berjalan lagi, menikmati hari, bulan pasti bercahaya, matahari pasti bersinar. angin berlalu, mendung hilang, hujan pun berhenti. 

kalau sudah begini, aku mao berteduh di guruku, mendengarkan kisahnya dalam hening .....

Selasa, 12 November 2013

ini bukanlah derita ....

hujan masih turun di luar. suara tetangga di sebelah akhirnya terdengar. dan aku .... senang ada di kamar ini, mengetik kicauan hati, menikmati udara dingin, mendengar rintik rintik suara air yang jatuh

kalau bisa menulis sepertinya asik juga. menuliskan apa yang dirasa, apa yang diraba. kehidupan itu sunyi, sesunyi suara hujan. yang menimbulkan rasa dan dahaga jiwa.

setiap waktu memiliki kuasanya sendiri. kita yang berada di dalamnya, terperangkap tidak terperangkap. berbahagialah orang yang sungguh bebas

salah satu keuntungan dari seluruh zona tidak aman ini adalah, ketika semua indra tumbuh dan berkembang. hidup tidak sederhana, tidak tidak sederhana. tapi yang jelas, hidup menjadi lebih hidup justru dalam keadaan seperti ini.

kecupan jingga rasa ada di hati ini, mengalun manja tapi mencekik pasti. aliran hidup mengalir deras tak tertahankan. kita di sini, seperti boneka kalau sungguh tidak ditamengi oleh kesadaran.

langit kau mengetahui semua yang terjadi. setiap detik di hari ini akan terpatri dalam lembar2 kehidupan abadi. pada akhirnya aku melihat bahwa semua bercahaya. tidak ada yang tidak bercahaya.

dan terima kasih. ketika bahkan terjatuh dan merangkak. karena mungkin sebenarnya tidak. hanya pikiran saja yang mencerna bahwa semua ini dukka ..... hidup dukka ...


Senin, 04 November 2013

aku di langit sore ini .....

sebenernya sederhana, aku di sini, sendiri, sepi, bertanya, sesekali menunggu.
angin yang bertiup adalah udara ac ini, kamar yang berantakan, plastik dan koran melangkah bebas dan sombong
hari ini hari senin, besok selasa, dan libur pulak,seseorang di sana menunggu cerita yang harusnya terbit malam ini ..... semoga ia tidak lelah

Aku bertemu seseorang sore ini, kejadiannya begini, atau tepatnya aku tanpa sengaja membawa, mengajak, seseorang untuk menemukan dirinya sore ini. Bukan sesuatu yang luar biasa kok, walau kadang aku kaget juga.

Kehidupan membawa kita pada tempat dimana kadang kita tidak bisa memilih. Tapi yang jangan sampai dilupa adalah kita harus selalu punya pilihan.

Ketika kita menyadari bahwa kita punya pilihan, hidup akan terasa jauh lebih bebas. Kita berhak memilih loh. Dan apakah pilihan kita akan salah atau tidak, kita bisa kembali memilih.

Orang-orang bersuara berisik di kamar sebelah. Seakan mereka bangga mengumumkan bahwa aku, dan hanya aku sendiri di kamar busuk ini yang tak punya teman. Dan mengejek, bergabunglah bersama kami kalau kau tidak tahu malu.

Notifikasi facebook berbunyi, seorang orangtua mengucapkan terima kasih. Aku ingin berkata : bu suatu kehormatan untuk saya pernah mengenal ibu dan anak ibu. Saya tidak menyesal pernah ada di tempat itu.

Malam ini aku hanya ditemani air putih, program puasa dijalankan sudah. Untuk penampilan lebih baik? atau aku yang menyerah dan berkompromi?

Langit malam, beda dengan langit siang. Di malam ini langit tidak bercahaya. Berteman petir yang malu-malu unjuk gigi, menakuti kita manusia dengan ancaman hujannya. Aku yang tak peduli di kamar ini. Mereka yang bahkan bersuara lebih keras sekarang.